Tampilkan postingan dengan label Buruh Migran (TKI). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buruh Migran (TKI). Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

Para Koruptor Berpesta Pora, Pahlawan Devisa Menderita

Sangat ironis sekali dengan kenyataan ini dan sungguh jauh berbeda dengan perdebatan para mafia yang memperebutkan uang hasil curian dari bangsanya. Selengkapnya... (Klik )

Selasa, 24 September 2013

TKI Ilegal Tersiksa di Malaysia

CICALENGKA, Kab. Bandung – Yanti Pujiyanti (40), mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang sempat bekerja selama 10 tahun di Malaysia mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir banyak rekannya sesama tenaga kerja Indonesia (TKI) terkena razia.
“TKI yang terkena razia dan terbukti datang secara ilegal akan dipulangkan atau masuk ‘cap merah’. Sebelum dipulangkan, mereka diseret aparat setempat dan ditempatkan di gedung pengamanan atau tempat penampungan pekerja ilegal. Ini membuat para TKI tersiksa,” kata warga Kec. Pacet, Kab. Bandung, Jawa Barat.  Baca selengkapnya  ( Klik )

Presiden SBY diminta tanggung 2 tahun gaji Kartika Puspitasari

Migrant Center meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertanggung jawab atas gaji Kartika Pusputasari, migran Indonesia yang selama dua tahun disiksa majikan di Hong Kong.
Baca selengkapnya  ( Klik Disini)

Sabtu, 21 September 2013

DPR: Pemerintah Jangan Diam… Warganya Dihukum Mati di Malaysia !

Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh mendesak pemerintah tak hanya diam menunggu vonis mati yang akan dijatuhkan Pengadilan malaysia terhadap TKI asal NTT Wilfrida Soik, pada 30 September mendatang. “Masalah seperti ini diperlukan diplomasi khusus, jika perlu dalam bentuk yang keras sekali. Karena ini adalah tanggung jawab melindungi seluruh WNI di mana pun mereka berada,” kata anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatullo... Selengkapnya  ( Klik )

Rabu, 18 September 2013

Migran Center Desak Pemeintah, Dirikan BUMN PJBMI-PJTKI

Mengatasi carut-marut pengelolaan migran, pemerintah hendaknya segera menduplikasi metoda Filipina dalam mengelola migran. Fakta membuktikan, keseluruhan biaya yang dikenakan kepada migran Filipina, hanya 10% dari migran Indonesia.
“Maka tak usah debat panjang, duplikasi saja metoda Filipina. Inilah langkah paling ringkas, agar negara jangan lagi mengeksploitasi rakyat demi kemakmuran para pejabat,” kata Ketua Migran Center, Sihol Manullang, dalam diskusi di Indemo.
Selengkapnya     atau     Klik Disini

Senin, 16 September 2013

Ini Keangkuhan KJRI Hong Kong…..! Petisi Migran hanya diterima SATPAM

HONG KONG – Untuk kesekian kalinya KJRI Hong Kong menunjukkan keangkuhan dengan tidak menyiapkan pejabat untuk menerima petisi ribuan aksi Buruh Migran Indonesia (BMI) Minggu (15/9), tetapi hanya diterima Satpam.
“Boro-boro mau berdialog tentang keluhan migran, untuk menerima petisi pun hanya Satpam,” kata Sring Atin, juru bicara Jaringan Buruh Migran Indonesia.
Baca selengkapnya  ( Klik )   atau    Klik  Dini