Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

Wah...! Prabowo Telanjangi SBY

*) Kader dan simpatisan Partai Demokrat di Sulawesi Tengah (Sulteng) ‎bakal enggan mendukung pasangan nomor satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.Penyebabnya, pernyataan Prabowo saat debat Capres edisi yang mengklaim dapat informasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kebocoran dana Rp 7.200 triliun. Demikian dikatakan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng Talitti Paluge.
Baca Selengkapnya (Klik Disini)

Selasa, 17 Juni 2014

Abraham Samad: Bukan Kebocoran Uang Negara Rp 7.200 Triliun, Tapi Potensi Penerimaan Yang Hilang

Jakarta - Berpegang pada data dari Ketua KPK Abraham Samad, Prabowo Subianto dalam debat capres terkait ekonomi menyebut adanya kebocoran uang negara hingga Rp 7.200 triliun. Abraham akhirmya buka suara dan menegaskan jika kebocoran seperti yang disebutkan Prabowo berbeda dengan potensi penerimaan yang hilang seperti yang dia maksud.

"Bukan kebocoran tapi potensi penerimaan, yang seharusnya bisa didapat itu jadi tidak didapat, beda dengan kebocoran," kata Samad saat ditanya terkait pernyataan Prabowo soal kebocoran uang negara, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Ia membenarkan tentang pernyataan ribuan triliun itu. Angka itu bisa didapat negara jika sistem pengelolaannya sudah diperbaiki.

"Angkanya sudah benar tapi itu potensi penerimaan yang harusnya didapatkan. Jadi potensi penerimaan negara yang harus didapatkan Rp 1000-7000 triliun seandainya sistem pengelolaan sudah diperbaiki," tutur Samad.

Pernyataan Samad itu dilontarkan pada acara Rakernas III PDIP di Ancol, Jakut, pada 7 September 2013 lalu. Kala itu, Samad mengatakan, negara bisa mendapatkan potensi Rp 20 ribu triliun per tahun bila tata kelola energi dilakukan dengan benar. Dia menyebut bila tiga buah sumur minyak besar di Indonesia seperti blok Cepu, Mahakam dan Madura dinasionalisasi, maka pendapatan negara bisa mencapai Rp 7.200 triliun.

Prabowo dalam debat capres pada minggu (15/6) menyebut bahwa negara mengalami kebocoran anggaran sebesar Rp 7.200 triliun. Dalam debat itu, Prabowo menyebut bahwa pernyataannya itu berdasarkan data yang pernah disampaikan Abraham Samad.(det)

Jumat, 06 Desember 2013

Bangga Jadi Koruptor, Cengengesan Masuk TV Jadi selebriti !



Lebak, Banten - Sekretaris Forum Pemimpin Redaksi Akhmad Kusaeni menilai media televisi tampak menjadikan koruptor seperti pahlawan karena penayangan tersenyum serta melambaikan tangan ketika hendak diperiksa KPK menunjukkan mereka seolah-olah tidak bersalah.
“Kita mengkritik pemberitaan media televisi yang menjadikan para koruptor seperti selebriti, idola, hingga pahlawan yang tersenyum, memiliki mobil mewah dan istri banyak,” katanya saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-185 Lebak di Rangkasbitung, Selasa.
Baca selengkapnya (Klik Disini)

Sabtu, 28 September 2013

Inilah Pemenang Miss World 2013 Secara Lengkap

Malam Puncak Grand Final Show Miss World 2013 digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Indonesia, Sabtu malam ini tanggal 28 September 2013 dan disiarkan secara langsung (live) di RCTI mulai pukul 18.00 WIB.
Baca selengkapnya  ( Klik Disini )

Jumat, 27 September 2013

Wow… Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan

Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor telah mengantongi nama-nama provokator penolakan terhadap Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine.
Baca selengkapnya ( klik Disini )

Kamis, 26 September 2013

Forum IT: FOTO CHAIRUL TANJUNG TUNJUK SBY DIPASTIKAN REKAYASA

JAKARTA – Perbincangan hangat di media sosial tentang foto dugaan pengusaha Chairul Tanjung menunjuk Presiden SBY, dipastikan hasil rekayasa. Foto itu hasil rekayasa dan jangan dipercaya, sebut Ketua Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland Sitorus, di Jakarta (26/9).
Baca selengkapnya  ( Klik )

Foto SBY Dimarahi oleh Chairul Tanjung ? Ini Jawaban Istana !

JAKARTA – Terkait pemberitaan di berbagai media massa mengenai foto yang diduga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung alias CT, yang tengah menunjuk ke arah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akhirnya pihak Istana Kepresidenan memberikan penjelasan. Foto tersebut beredar di media sosial, Rabu (25/9/2013). Dalam foto tersebut, CT mengenakan baju batik bermotif warna abu-abu. Baca selengkapnya  ( Klik Disini )

Selasa, 24 September 2013

Ini saran JK bagi yang ingin cari pacar

Ketika menyampaikan sambutannya untuk pencanangan Universitas Soedirman sebagai Kampus Kemanusiaan Senin 23/9, Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa donor darah itu adalah perbuatan yang mulia. Setelah berbicara sejenak tentang pentingnya donor darah, JK melontarkan pernyataan bahwa donor darah itu penting sekali buat para perempuan yang ingin mencari jodoh.
Baca selengkapnay  ( Klik )

Minggu, 22 September 2013

Robert Tantular: Dana Bailout Century Hanya Terpakai Rp3,9 Triliun

AKARTA – Dari kucuran dana bailout untuk Bank Century Rp 6,7 triliun, ternyata hanya terpakai Rp 3,9 triliun sehingga saat ini sisa dana sebesar Rp 2,8 triliun yang ada di Bank Mutiara yang tidak terpakai dan surat berharga SBI.

Mantan pemilik Bank Century Robert Tantular mengungkapkan itu saat dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/9). Ia mengungkapkan, kedatangannya ke KPK untuk mengklarifikasi kembali mengenai penanganan dana bailout Bank Century. Baca selengkapnya  ( klik )

Sabtu, 21 September 2013

Dialog RJ di Surabaya: Imperialisme Domestik harus dilawan !

Imperialisme yang berkembang di negeri ini sudah terbukti menyengsarakan rakyat. Bukan saja imperialis dari luar (asing), namun imperilais dari bangsa sendiri (domestik) justru sudah lama dirasakan telah menganiaya rakyat kecil, khusunya para petani. Untuk mengatasi hal tersebut maka rakyat harus melawan. Cara melawanya (solusinya) yaitu rakyat tidak menjadi golput dalam pemilihan umum mendatang. Karena dengan golput hanya menguntungkan pihak yang bisa memanipulasi opini publik. Maka aktivis harus meniru seniman, berjalan di depan. Selengkapnya  (Klik Disini)

Jumat, 20 September 2013

Lihat Relawan jualan kaos, Jokowi: “Lho, koq di sini juga”

Selalu ada kisah menarik di setiap aktivitas Jokowi, khususnya ketika berhadapan dengan Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP atau Relawan Jokowi). Tentu karena “kedua belah pihak” tidak saling mengenal. Baca selengkapnya  ( Klik )

Rabu, 18 September 2013

Kapolri: Persembunyian Penembak Misterius Belum Diketahui

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyatakan, pihaknya masih memburu penembak polisi di Cirendeu, Ciputat, Pondok Aren, dan Kuningan.
 “Mana ada (sudah diketahui lokasinya). Kalau memang ada, pasti ditangkap. Tapi, kami belum mengetahui posisi pelaku,” ucap Timur di Mabes Polri.

Baca selengkapnya ( Klik )

IPW minta Polri amankan Jokowi

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Saputra Pane meminta kepada Kepolisian untuk mengamankan setiap kegiatan Jokowi. Hal ini menyusul maraknya aksi penembakan misterius yang hingga kini belum berhasil diungkap Polri, sehingga masyarakat pantas khawatir, bahkan was-was terhadap keselamatan Jokowi. Maka Polri harus mengamankan setiap lokasi kegiatan Jokowi.

“Kalau ada apa-apa dengan Jokowi, masyarakat akan kecewa bahkan mengamuk kepada Polri,” ujar Neta. Baca selengkapnya ( Klik )

Selasa, 17 September 2013

Ruhut: Jakarta Jauh Lebih Bagus di Era Foke

Politisi Demokrat, Ruhut Sitompul kembali membuat pernyataan yang kontroversi tentang Jakarta. Ia menganggap kinerja Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak melebihi dari pendahulunya, Fauzi Bowo (Foke), bahkan dinilai lebih buruk. Hal tersebut ia sampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/9).
“Indah tidak Jakarta sekarang? Jauh lebih bagus di era Foke,” kata Ruhut. Baca selengkapnya    Atau   Klik Disini

KPK sebut Polri sebagai lembaga terkorup di Indonesia

Komisioner KPK, Adnan Pandu Praja, saat memberikan ceramah Political Corruption di depan 150 pegawai dan pejabat KPU di Gedung KPU Menteng, membeberkan tiga lembaga pemerintah yaitu kepolisian, dewan perwakilan rakyat, dan pengadilan, secara berurutan menjadi lembaga negara terkorup di Indonesia.

“Korupsi paling tinggi terjadi di kepolisian, nomor dua di parlemen, dan nomor tiga di pengadilan,” kata Adnan, di Menteng, Jakarta Menteng Pusat, Senin (16/9/2013).
Baca selengkapnya    atau   Klik disini

Senin, 16 September 2013

Aksi Teroris semakin berkembang... Ini Alasan Kapolri Kesulitan Berantas Terorisme

Kapolri, Jenderal Timur Pradopo:
“Program deradikalisasi, perlu dilakuan secara terencana. Hasilnya belum optimal hal ini karena ada jaringan baru. Agar program deradikalisasi ini bisa optimal, perlu peran dengan lembaga terkait seperti Kementerian Agama dan ormas-ormas terkait,” kata Timur.
Selengkapnya  ( Klik )

Jusuf Kalla Gandeng Singapura Wujudkan PMI “Enam Jam Sampai”

Hari ini (16/9) Jusuf Kalla menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ketua PMI dengan Presiden Palang Merah Singapura (SRCS). JK pada kesempatan itu meletakkan batu pertama pembangunan gudang Regional PMI Wilayah Kalimantan. Acara yang digelar di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Ulin, Kalimantan Selatan terselenggara atas kerjasama dengan PMI Banjar Baru. Baca selengkapnya ( Klik )

Minggu, 15 September 2013

Inilah Tiga Musuh Polisi Yang Diduga Melakukan Penembakan

Maraknya aksi teror terhadap aparat kepolisian belakangan ini diduga karena polisi memiliki musuh dari tiga kalangan. Menurut Anggota Komisi III DPR RI, I Gede Pasek Suardikadia, pelaku yang menyerang sejumlah anggota polisi baru-baru ini adalah salah satu dari kelompok ini.
Baca selengkapnya
atau
Klik Disini

Sabtu, 14 September 2013

Tolak Miss World Di Bali, FPI Orasi Di Depan Stasion Kereta Api Pelabuhan Katapang

Banyuwangi, Jatim – Polda Jawa Timur menerjunkan pasukan Brigade Mobil (Brimob) sebanyak 400 personil dibantu 528 anggota dari Polres Banyuwangi TNI AL 30 TNI AD 300 personil dan satpol PP 60 telah siaga dipelabuhan Ketapang mulai dari pagi Sabtu 14/9/2013. Selengkapnya  ( Klik )

Jumat, 13 September 2013

KPK Takut Tahan andi Mallarangeng ?

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang sengaja memperlambat kerja-kerja penyidikan kasus proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.
Menurutnya, Abraham Samad dan kawan-kawan ini ketakutan bakal di-Antasari Azhar-kan apabila sampai berani mengungkap kasus Hambalang dan menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng.
“KPK ini mencoba mencari selamat supaya tidak mengalami peristiwa kriminalisasi seperti Antasari dulu,” kata dia.
Baca selengkapnya     atau    ( Klik Disini)